0


Kamis, 02/12/2010 12:59 WIB | email | print | share

Tokoh-tokoh Islam yang pernah bersuara nyaring pada awalnya dalam hal bergulirnya otonomi daerah, kini perlu bertanggung jawab. Tampaknya dengan menghindari kekuatan sentral semacam Soeharto, di masa lalu, disuarakan lah otonomi daerah.

Kenyataannya, setelah terlaksana, banyak tingkah pemda (pemerintah daerah) yang sangat menghamburkan dana, bahkan dalam rangka memberangus aqidah Ummat Islam.

Ada yang membuat patung paling besar di Bali sesuai kehinduannya, sedangkan di Denpasar Ummat islam sekitar 30-an persen dari jumlah penduduk sama sekali tidak dibolehkan memiliki kuburan Muslim. Bahkan membuat mushalla baru pun tidak boleh, apalagi masjid. Jakarta tampaknya tutup mata.

Padahal penerbangan Jakarta-Bali setiap akhir pekan yakni Jum’at sore sampai Senin pagi itu ibarat menjelang hari raya saja padatnya atau ramainya penumpang. Tetapi hal-hal yang memprihatinkan Ummat Islam seperti itu ya tidak pernah terlihat oleh mata mereka.

Ada di mana-mana pemda yang menggalakkan kemusyrikan sampai aneka macam sesaji larung laut, labuh sesaji ke gunung, menanam kepala kerbau ke gunung dan sebagainya ditumbuh suburkan di daerah-daerah. Bahkan sampai festival menikahkan kucing dengan upacara manten kucing pakai biaya 30 juta rupiah dari APBD pun diselenggarakan di Tulungagung Jawa Timur oleh Bupatinya. Pagelaran melecehkan Islam berupa upacara manten kucing dengan ijab qabul sebagaimana menikahkan orang Islam itu disuguhkan pihak Bupati Tuluangung pada 22 November 2010. Edan tenan!

Ada yang lebih gila lagi, atas nama membangun satu kuburan tokoh sesat pro Yahudi di Jombang, dikuraslah dana Rp180 miliyar dari APBD Kabupaten Jombang, APBD Provinsi Jawa Timur dan APBN Pusat. Diberitakan, anggaran untuk perbaikan kompleks makam KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng Kec. Diwek Kab. Jombang sebesar Rp 180 miliar.

Dari jumlah itu Pemkab Jombang urunan dana Rp 9 miliar dari APBD 2010. Sisanya sebanyak Rp 171 miliar urunan APBD Jatim dan APBN. (lihat surabayapost.co.id, Perluasan Makam Gus Dur Dimulai, Kamis, 12 Agustus 2010 | 21:24 WIB)

Yang tidak kalah mengagetkannya, di Manado dibangun menorah (simbol suci yahudi) setinggi 62 kaki atas biaya pemda. Itu mungkin terbesar sedunia. Bintang david pun tersebar di mana-mana di sana. Atas nama otonomi daerah tentunya, dan pakai dana dari rakyat.

Di balik itu, pemimpin yang beragama Islam, yang sebenarnya mampu membangun masjid di mana-mana, (ketika ogah) maka mudah sekali berkata: sekarang sudah tidak bisa, karena sudah otonomi daerah. Sehingga walaupun pemimpin yang mengaku Islam itu sudah berkuasa entah berapa periode, masih kalah dengan Abi Kusno Cokrosuyoso , adik HOS Tjokroaminoto, yang hanya jadi menteri perhubungan beberapa bulan di saat setelah merdeka, telah mampu membangun masjid atau langgar/mushalla di seluruh stasiun kereta api di Indonesia. Sampai sekarang jasa peninggalannya masih sangat bermanfaat bagi Ummat Islam. Alhamdulillah, barokah.

Kalau dulu pernah ada yang mohon maaf atas kekeliruan “ijtihad” politiknya, kini permohonan maaf perlu dicari jalan keluarnya agar umat Islam tidak semakin digerus aneka macam himpitan. Lebih-lebih rekan-rekan sejawat pun telah tampak berkhianat, sudah pro Yahudi terang-terangan. Di antaranya sebagaimana ditulis oleh Adian Husaini sebagai berikut:

Melalui LibForAll, lobi-lobi Israel di Indonesia terus dijalankan. Sesuai dengan namanya, organisasi ini sangat aktif dalam melakukan proses liberalisasi pemikiran Islam. Dua organisasi Islam terbesar menjadi sasaran utama, yaitu NU dan Muhammadiyah. Situs LibForAll berisi banyak foto kegiatan yang melibatkan tokoh-tokoh kedua organisasi tersebut. Tentu ini adalah upaya propaganda LibForAll yang ingin membangun citra, seolah-olah mereka sudah berhasil menguasai dan mengatur kedua organisasi Islam tersebut.

Kita memahami bentuk propaganda model LibForAll ini. Padahal, faktanya, baik di tubuh NU maupun Muhammadiyah, resistensi terhadap Yahudi dan Israel sangatlah tinggi. Apalagi, setelah pembantaian ribuan warga Gaza oleh Israel, citra Israel sebagai negara biadab semakin tertanam secara mendalam pada benak umat Islam Indonesia. Namun, LibForAll, melalui situsnya, terus membanggakan kisah suksesnya dalam menanamkan lobi Yahudi dan menyebarkan paham liberalisme di Indonesia.

Salah seorang yang dibangga-banggakan oleh LibForAll adalah yaitu Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan, penasehat LibForAll yang juga guru besar UIN Yogya. Dalam situsnya, LibForAll menulis peran penting Munir Mulkhan dalam memberantas ekstrimisme di Muhammadiyah. (Adian Husaini, Lobi Yahudi dan Liberalisme di Indonesia, [Depok, 20 Februari 2009/hidayatullah.com]

Maaf, kadang ditulis seperti ini justru akan menjadikan pelakunya lebih dipopulerkan lagi oleh Yahudi, misalnya dengan diberi hadiah atas nama ini dan itu, lalu disiarkan ke seluruh dunia, diangkat-angkat dan kemudian lebih giat lagi berkiprah. Sebagaimana Goenawan Mohammad telah diberi hadiah dari Yahudi Israel, dan David Prize tahun 2006 dan sejumlah uang. Belum pernah terdengar bahwa Goenawan Mohammad mengembalikan hadiah dan uang dari Yahudi Israel itu.

Malah pernah terdengar, uang dari Yahudi Israel itu dibelikan tanah di Pejaten Jakarta Selatan. Tidak dijelaskan persis, apakah tanah itu yang kemudian dibangun gedung tempat mangkalnya orang-orang liberal sekarang ini atau bukan.

Tampaknya, Goenawan Mohammad hanya berani mengembalikan hadiah Bakrie Award di bidang Kesustraan tahun 2004. Keputusan Goenawan Mohammad tersebut dilatarbelakangi rasa kecewa akan tindakan Aburizal Bakrie selama ini, mulai dari kasus Lapindo sampai persoalan Century yang mengambinghitamkan Sri Mulyani dan Boediono.

Selain mengembalikan Bakrie Award, Goenawan Mohammad juga memulangkan hadiah uang tunai beserta bunganya dengan total Rp 154 juta kepada Freedom Institute.
Terhadap kasus pengembalian hadiah Bakrie namun tidak dilakukan pengembalian hadiah dari Yahudi Israel, ada komentrar:

Sebagai orang yang mendapatkan hadiah jurnalistik dari Yahudi seharusnya Goenawan Mohammad punya rasa malu. Kalau tidak berani mengembalikan hadiah jurnalistik dari Zionis Yahudi yang telah dia terima, berarti Goenawan Mohammad adalah tokoh yang tidak punya malu. (lihat nahimunkar.com, Sesama Liberal Ternyata Sewot Juga, June 23, 20101:05 am, http://www.nahimunkar.com/sesama-liberal-ternyata-sewot-juga/).

Di saat otonomi daerah mencengkeramkan kukunya, sementara itu yang dianggap atasannya juga kurang kuat, atau bahkan sudah diketahui pula bahwa kemungkinan “sama-sama menjilat asing”, maka yang terjadi adalah saling mendahului (antara daerah dan atasannya) dalam menjilat asing. Di situlah terjadi persaingan sama sekali tidak sehat, apalagi yang dijilat adalah teroris paling kejam sedunia yakni Yahudi Israel. Maka tidak mengherankan bila daerah semakin “nglunjak” dalam mencari muka ke Yahudi Israel, namun pusat tidak berani menyumprit (membunyikan peluit).

Sehingga keadaannya kemungkinan lebih buruk dibanding penjajahan masa lalu yang para penjilat penjajahnya masih terbatas, karena istilah “Belanda kafir” masih cukup ditakuti oleh Ummat Islam. Sehingga untuk mendekat-dekat “Belanda kafir” itu masih ada rasa sungkan.

Kenyataan kini, tokoh pendukung Yahudi yang sudah mati ternyata dielu-elukan dan kuburannya dibangun dengan ratusan miliar rupiah, maka tumbuh subur lah penjilat-penjilat baru bahkan ada sarana baru yakni atas nama otonomi daerah.

Dalam kasus ini, voaislam.com memberitakan, sebuah menorah raksasa setinggi 62 kaki, dan mungkin yang terbesar di dunia, baru saja dibangun. Menorah milik pemerintah daerah setempat ini melintasi pegunungan dan melewati kota Manado. Menorah adalah salah satu lambang suci peribadatan Yahudi.

Bendera-bendera Israel terlihat di pelataran ojek dekat tugu menorah raksasa. Salah satunya terletak di dekat sebuah sinagog yang dibangun sekitar enam tahun lalu. Langit-langit menorah tersebut berbentuk Bintang Daud (David Star) yang sangat besar. Semua fasilitas itu dibiayai oleh kas pemerintah daerah setempat.

Menurut Margarita Rumokoy, kepala Departemen Pariwisata Pemkab Minahasa Utara, Pemda mendirikan menorah raksasa tahun lalu dengan biaya sebesar 150 ribu dolar AS. Minahasa Utara adalah sebuah kabupaten yang mayoritas penduduknya adalah umat Kristen. (lihat voaislam.com, Cari Perhatian Yahudi, Manado Bikin Menorah Terbesar Sedunia, Selasa, 30 Nov 2010).

Terhadap penghamburan dana serta penjilatan terhadap Yahudi Israel seperti itu apakah Pusat Jakarta akan tutup mata?

Boleh jadi justru akan muncul orang-orang yang saling berlomba untuk pintar-pintaran dalam memberi dalih wal alasan tentang itu, agar nanti mendapatkan hadiah dari Yahudi Israel.

Sudah dapat dibaca aneka gelagat buruk antek-antek dan penjilat di negeri ini. Kalau toh kebusukan yang mereka sembunyikan dapat terbebas dari pengawasan manusia, tetap saja ada Yang Maha Mengetahui khianatnya mata:

يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ [غافر/19]

Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.(QS Ghafir atau al-Mu’min [40] : 19).

Ayat itu belum tentu mereka gubris, sehingga kemungkinan yang terjadi justru sesama pengkhianat akan saling bersaing…

Inilah salah satu resiko hidup di negeri yang isinya banyak pengkhianat. Maka yang dijilat adalah pengkhianat tingkat dunia yang telah dikecam oleh Allah Ta’ala! (haji).



Dikirim pada 15 Desember 2010 di Ketahuilah!!!

Selasa (30/11) pagi, Amir dan pengurus Majelis Mujahidin (MM) lainnya mendatangi sekretariat Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jalan Proklamasi, Jakarta, untuk bertemu dengan Pimpinan Pusat MUI.
Amir Majelis Mujahidin Ustadz Muhammad Thalib meminta MUI membahas temuaan MM ihwal banyaknya kekeliruan dan kesalahan fatal terjemahan harfiyah versi Departemen Agama RI sejak penerbitan awal hingga sekarang.

Amir MM Ustadz Muhammad Thalib, didampingi Ustadz Abu Jibriel, Ustadz Irfan S Awwas, Ustadz Muhammad Shabbarin Syakur, dan pengurus MM lainnya, diterima oleh Ketua MUI KH Maruf Amin dan para pengurus MUI lainnya. Diantaranya, Ichwan Syam, Syukri Ghazali, Natsir Zubaidi, Umar Syihab, Anwar Abbas dan lain-lain.

Rupanya Pimpinan Gontor KH. Syukri Ghazali yang juga merupakan salah satu ketua MUI, menyadari hal yang sama terkait kekeliruan terjemahan Al Quran versi Depag.

MM menilai, maraknya berbagai aliran sesat yang mengatasnamakan agama, baik yang moderat maupun radikal, tidak dinafikan merupakan pengaruh serta dampak negatif dari penerjemahan Al Quran berbahasa Indonesia secara harfiyah, yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dan syariyah.

Seperti diketahui, Al Quran dan terjemahnya versi Depag RI dilakukan secara harfiyah (leterliyk). Padahal, terjemahan Al Quran secara harfiyah, menurut Fatwa Ulama Jamiyah Al-Azhar Mesir, Kerajaan Saudi Arabia, dan Negara-negara Timur Tengah, yang dikeluarkan tahun 1936 dan diperbarui lagi tahun 1960, hukumnya haram. Dinyatakan haram, karena bobot kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan secara syariyah maupun ilmiyah, sehingga dapat menyesatkan serta mengambangkan aqidah kaum Muslimin.

Dalam audiensi dengan MUI, MM menyampaikan beberapa persoalan yang menjadi domain MUI berkaitan dengan adanya fatwa resmi beberapa negara Timur Tengah tentang penerjemahan Al Quran ke bahasa Ajam (non Arab) dan kekeliruan terjemahan Al Quran versi Depag (Kemenag) RI yang beberapa kali mengalami revisi (edisi terbaru adalah Al Quran dan Terjemahannya cetakan 2010).

Setelah melakukan penelitian dan kajian seksama terhadap Al Quran dan Terjemahnya versi Depag RI, dari masa ke masa mulai penerbitan awal hingga sekarang, MM menemukan banyak kekeliruan dan penyimpangan yang sangat fatal dan berbahaya, baik dari segi makna lafadh secara harfiyah, makna lafadh dalam susunan kalimat, makna majazy atau haqiqi, juga tinjauan tanasubul ayah, asbabun nuzul, balaghah, penjelasan ayat dengan ayat, penjelasan hadits, penjelasan sahabat, sejarah dan tata bahasa Arab (kaidah yang direkomendasikan oleh Abu Hayyan). Termasuk yang dikemukakan oleh Imam Dzahabi, bahwa seorang mutarjim Al Quran ke bahasa lain harus memperhatikan perbedaan struktur bahasa Arab dengan bahasa terjemahannya.

"MUI sebagai lembaga fatwa harus memiliki sikap tegas menanggapi fatwa seputar terjemah Al Quran secara harfiyyah dalam bahasa Indonesia yang sudah lama beredar di Indonesia , bahkan dicetak oleh percetakan Arab Saudi.

Diantara yang sudah beredar adalah terjemahan yang dilakukan oleh tim Depag RI yang dilakukan sejak 1968 kemudian direvisi oleh Kemenag RI (2010). Dan ternyata tetap mempertahankan terjemahan Al Quran secara harfiyyah," ujar Sekjen Majelis Mujahidin Ustadz Muhammad Shabbarin Syakur menambahkan.

MM mendesak para ulama di Indonesia , khususnya MUI untuk membahas tarjamatul Quran secara syariyyah dan ilmiyyah. Dalam kaitan itu, MM dapat berpartisipasi menyampaikan pokok-pokok pikiran berkenaan dengan tarjamatul Quran ke dalam bahasa Indonesia.

MM percaya bahwa MUI tidak akan menganggap sepele persoalan ini, dan bersedia melakukan kajian hingga tuntas, kemudian mengumumkan kepada masyarakat Indonesia dan kaum Muslimin khususnya.

Tak dipungkiri, persoalan ini memerlukan pembahasan yang mendalam, waktu yang tidak pendek dan tentunya mengundang pihak-pihak yang kapabel guna mendapatkan kebenaran yang meyakinkan dan shahih.

Atas laporan MM, Ketua MUI KH Maruf Amin berjanji akan mempelajari kekeliruan Al Quran dan Terjamahnya versi Depag RI.

Bahkan MUI akan menjadi mediator untuk menyampaikan persoalan ini ke Kementerian Departemen Agama.(Adhes Satria/arrahmah)



Dikirim pada 15 Desember 2010 di Ketahuilah!!!

Cina menginginkan muslim yang merupakan 85 persen dari 240 juta penduduk Indonesia menjadi sekuler. Sekulerisasi itu bertujuan agar tidak membuat muslim di Indonesia membahayakan kepentingan Cina yang sekarang sudah hampir menguasai Indonesia.
WikiLeaks merilis sebuah kawat rahasia Kedubes AS di Beijing yang berisi pertemuan Kemlu China dan AS. Dalam kawat disebutkan China berencana untuk membuat umat Muslim Indonesia menjadi sekuler.

WikiLeaks melansir dari situsnya, Rabu (15/12/2010), sebuah kawat rahasia dari Kedubes AS di Beijing tertanggal 5 Maret 2007 dengan kode referensi Beijing 1448. Di mana saat itu berlangsung pertemuan antara Wakil Menlu China Cui Tiankai dan Dirjen Urusan Asia Kemlu China Hu Zhengyue dengan fihak pejabat Kemlu AS Eric John.

Dalam pertemuan itu mereka membahas sejumlah negara Asean. Khususnya, Indonesia diantara negara yang mendapat perhatian yang utama. Eric John bertanya pada Hu, bagaimana pemerintah China melihat pemerintah Indonesia sekarang?

"Beijing tidak terkesan dengan presiden Indonesia pasca krisis ekonomi di akhir 1990-an. Tapi Beijing terkesan dengan perkembangan yang ditujukan Presiden SBY yang berkuasa sejak 2004," demikian kata Hu seperti dikutip WikiLeaks.

Menurut Hu, China memantau betapa ada peningkatan gesekan antar etnis dan agama di Indonesia. Pemerintah China pun ingin mendorong sekularisasi muslim di Indonesia. "Beijing ingin mempromosikan Islam sekuler di Indonesia," kata Hu kepada John.

Bagaimana cara Beijing mensekulerkan muslim Indonesia? Menurut Hu, hal itu dilakukan dengan mendorong hubungan muslim Indonesia dengan muslim Cina. Dengan demikian, muslim Indonesia bisa terpengaruh dengan sifat muslim Cina, di mana di China memang sekuler, karena pemerintah Cina yang komunis itu, sangatlah ketat terhadap para pemeluk agama, khususnya Islam.

Bahkan, Cina tidak segan-segan melakukan repressif terhadap kaum muslimin, seperti yang terjadi di Propinsi Uigur. (mn/yh/berbagai sumber)



Dikirim pada 15 Desember 2010 di Renungkanlah!!!


Pemurtadan terhadap Ummat Islam sudah sangat meresahkan. Karena para pengungsi korban Letusan Merapi dari tiga dusun di Kecamatan Dukun, Magelang, pekan lalu di kumpulkan di masjid, lalu dimurtadkan, dengan cara dibagikan roti pemberkatan oleh Rohaniawan dan Relawan mereka, dan yang hadir di dalam Masjid semuanya diberkati atas nama Tuhan Yesus.

Itu dilakukan dengan kedok pemberian santunan kepada korban bencana Merapi oleh Yayasan Citra Kasih dan Anak Nusantara Berbagi Kasih dari Jakarta dan Temanggung. Astaghfirullah…!

Pemurtadan itu telah menginjak-injak hak beragama Ummat Islam, berkedok pemberian santunan kepada Ummat Islam yang sedang tertimpa musibah. Namun anehnya, kejahatan itu justru dari sisi lain ditambah dengan sikap yang sangat menyakitkan Ummat Islam yang masih memiliki ghirah Islamiyah.

Betapa sakitnya, di saat Ummat Islam dimurtadkan oleh pihak Kristen saja dengan cara dikumpulkan di masjid, malahan petinggi NU (Nahdlatul Ulama) justru terkesan membanggakan gerakan jahat pemurtadan terhadap Ummat Islam oleh pihak Nasrani itu. Di saat Ummat Islam sedang perih dan pilu hatinya itu, tergores lagi oleh berita ini:

Said Agil Siradj (Ketua Umum PBNU) menegaskan, kerjasama antara NU dengan HKBP sudah berjalan dan itu dibuktikan saat bencana Gunung Merapi, HKBP menyumbangkan bantuan ke Magelang dimana di sana mayoritas warga NU yakni tujuh kontainer. (medanbisnisdaily.com, Kamis, 02 Des 2010 08:54 WIB)

Ungkapan Said Agil Siradj itu untuk menandaskan apa yang sedang dia kerjakan yakni menandatangani naskah kerjasama antara NU dengan pihak kafir, HKBP (Huria Kristen Batak Protestan), dan naskahnya diserahkan oleh Said Agil kepada pihak HKBP di Medan, 1 Desember 2010.

Ini beritanya:



Foto: SERAHKAN NASKAH Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Agil Siradj (kiri) menyerahkan naskah MoU kepada Ephorus HKBP Pdt Dr Bonar Napitupulu usai mengikuti dialog publik antara NU-HKBP, Rabu (1/12) di ruang Perpustakaan Universitas HKBP Nommensen, Medan. (edanbisnis/mulyadi hutahaean)

Teken MoU

Setelah kasus Ciketing, kata Ephorus, NU dan HKBP menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk membangun kebersamaan secara terus menerus dan bukan insidentil. Tujuan kerjasama itu, demi kebangsaan dan keinginan mengenal sesama.

"Karena tujuannya kebangsaan, diharapkan kerjasama ini bukan hanya NU-HKBP, tapi kerjasama antar gereja dengan NU bahkan dengan Muhammdiyah dan lainnya. Diharapkan dilakukan kerjasama antara UHN dengan IAIN, sehingga kerjasamanya bukan lagi dengan HKBP saja tapi semua gereja," jelas Ephorus. (Kamis, 02 Des 2010 08:54 WIB, medanbisnisdaily.com/news/read/2010/12/02/9639/said_agil_lupakan_ciketing_mari_bangun_kebersamaan/)

Tingkah petinggi NU yang menyakitkan bagi Ummat Islam itu tentu saja bukan hanya menyakitkan bagi Ummat Islam, namun bagi warga NU sendiri yang masih taat agama dan berfikiran waras, bukan menjual agama demi sak cokotan belaka. (haji)



Dikirim pada 15 Desember 2010 di Ketahuilah!!!
Awal « 1 » Akhir
Profile

“ Haji/Hajjah abdillahassunni ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 971.241 kali


connect with ABATASA