0


Iman bisa bertambah dan bisa berkurang. Bertambahnya karena ketaatan dan berkurangnya karena kemaksiatan. Semakin banyak seseorang melakukan ketaatan maka semakin bertambah pula keimanannya. Ketika keimanan seseorang semakin bertambah maka ia akan mendapatkan banyak kebaikan.
Tak sedikit wanita di masa sekarang ini yang telah menanggalkan rasa malunya dari cara dia berbusana, bergaul, dan bergaya hidup modern lainnya inilah gambaran fenomena kehidupan saat ini.”
Sifat malu itu adalah bagian dan akhlak mulia, bahkan merupakan cabang dari keimanan. Sifat malu memang identik dengan wanita karena merekalah yang dominan memilikinya. Namun sifat malu tidak mutlak milik kaum hawa, laki-laki pun memilikinya. Adanya sifat malu pada diri seseorang akan mendorongnya kepada kebaikan dan mencegahnya kepada kejahatan. Bila rasa malu itu telah hilang, ia akan jatuh dalam perbuatan maksiat dan dosa. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
“Termasuk yang diperoleh manusia dari ucapan kenabiannya yang pertama adalah: jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu”. (HR. Bukhari)
Merebaknya kejahatan seksual kian memprihatinkan. Namun sedikit yang menyadari bahwa semua itu bersumber dari tersebarnya kerusakan sebagai akibat dari diumbarnya aurat wanita di tempat-tempat umum. Bocah yang masih ingusan/bahkan kakek yang tua renta pun bisa menjadi pelaku kejahatan karena mereka secara terus menerus disuguhi pemandangan yang bukan haknya ironisnya sebagian kor-ban adalah anak perempuan dibawah umur.
Sebagian orangtua seoleh begitu leluasa membiarkan putra-putri mereka bercampur baur dengan laki-laki baik di sekolah, di rumah, atau di tempat lainnya. Mereka membiarkan anak gadis mereka pergi keluar rumah sendirian tanpa ditemani siapapun. Demikian kenyataan ini benar-benar terjadi.
Bila rasa malu telah hilang dari seorang insan, ia akan melangkah dari satu kejelekan kepada hal yang lebih jelek lagi. Dan satu kerendahan kepada hal yang lebih jelek lagi. Dari satu kerendahan kepada hal yang lebih rendah lagi.
Sungguh wajib bagi kita untuk terus merasakan pengasan Allah dan malu kepada-Nya di setiap waktu dan tempat seseorang yang jujur dalam keimanannya akan merasa malu kepada Allah jika melanggar kehormatan orang lain dan mengambil hak orang lain. Sedangkan orang yang telah dicabut rasa malu dari wajahnya, ia akan berani melanggar larangan Allah. Nau’udzu billah.
Bila kita telah mengetahui pentingnya sifat malu, maka berupayalah untuk menumbuhkannya didalam keluarga. Karena ketika rasa malu itu maish ada, kebaikan akan senantiasa mereka agungkan.
Agama Islam datang dengan memberikan kemuliaan kepada wanita, memelihara dan menjaganya dari terkaman serigala dari kalangan manusia, sebagaimana Islam menjaga hak-hak wanita, mengangkat hakikat dan martabatnya.
Islam mewajibkan bagi wanita untuk menghijabi (menutup) dirinya dari pandangan laki-laki yang bukan mahramnya agar ia tidak menjadi barang dagangan murahan yang bisa dinikmati setiap orang kapanpun dan dimanapun. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Katakanlah kepada wanita-wanita mukminah: Hendaklah mereka menundukkan pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan mereka serta jangan menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang biasa tampak darinya (tidak mungkin di tutupi)”. (QS. An Nur: 30)
Pada zaman sekarang ini, banyak wanita yang mengaku seorang muslimah akan tetapi dengan ikhlas menjual kehormatannya. Dan tidak sedikit wanita muslimah yang tidak segan-segan mereka terjun dalam dunia musik dan acting. Mereka begitu bebas berinteraksi dengan orang lain tanpa menghiraukan keberadaan sang suami. Maka jangan heran jika kehidupan rumah tangga mereka tidak berjalan sesuai harapan.
Oleh karena itu, tidak sepantasnya bagi wanita muslimah untuk melakukan hal-hal seperti itu, karena tidak akan memberikan manfaat baik bagi dirinya ataupun orang lain.
Alangkah baik bagi seorang wanita muslimah untuk tidak banyak keluar rumah kecuali memang terdapat keperluan yang penting. Itupun mereka apabila keluar harus menutup aurat agar terhindar dari berbagai fitnah. Namun apabila tidak ada keperluan, sebaiknya seorang wanita muslimah tinggal di rumah. Dengan begitu, dia akan lebih terjaga kehormatannya. Sebagaimana Allah berfirman:
“Dan tetaplah kalian tinggal di rumah-rumah kalian dan jangan bertabarruj (berhias) seabgaimana tabarruj orang-orang jahiliyyah yang dahulu”. (QS. Al Ahzab:33). Wallahu alam.

Dikirim pada 09 Juli 2009 di Renungkanlah!!!


Parfum dan wanita merupakan bagian yang tak terpisahkan.Saking pentingnya banyak kaum hawa yang tak percaya diri bila tidak memakai benda ini. Sekejap saja kita keluar rumah dijalan, di pasar, di tempat keramaian maka akan dengan mudah hidung kita mencium bau yang semerbak dari wewangian parfum.Berbagai macam merek parfum dijual dari harga di bawah sepuluh ribu rupiah sampai ratusan ribu bahkan ada yang mencapai jutaan.Yang menjadi masalah bukannya merek atau harganya . Sebenarnya boleh nggak sih seorang wanita muslimah keluar dengan memakai parfum?walaupun hanya setetes saja?
Wajib bagi setiap muslimah mengetahui tentang masalah ini agar nantinya bermanfaat bagi diri kita, apakah yang kita lakukan sudah sesuai dengan garis syariat agama kita , sayang kan kalau ternyata hal ini kita anggap enteng (disepelekan)ternyata merupakan suatu kesalahan besar setelah di tinjau dari kacamata islam sehingga anggapan semacam ….ah itukan hanya setetes saja apa salahnya??, atau hanya parfum ini …tidak akan kita dengar lagi ……lalu bagaimana sebenarnya islam memandang masalah wanita yang keluar rumah dengan memakai parfum ??? Ada baiknya kita simak penjelasan berikut ini.
Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Siapa saja perempuan yang memakai harum-haruman (parfum) maka janganlah ia menghadiri shalat isya (dimasjid) bersama kami” {Shahih riwayat Imam Ahmad,Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i dari jalan Abu Hurairah, juga lihat kitab Ash-shahihah hadits no.1094)
Dari Abu hurairah : “Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian (parfum) menerpanya.Maka Abu Hurairah berkata:”Wahai hamba Allah! apakah kamu hendak kemasjid?”ia menjawab:”Ya!” Abu Hurairah kemudian berkata lagi:”Pulanglah saja, lalu mandilah! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangiannya menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi (baru kemudian shalat kemasjid” {Hadits shahih, dikeluarkan oleh Al-baihaqi (III/133 dan 246) lihat silsilah Hadits Shahihah Syaikh Albani 3/1031)
Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima shalatnya sehingga ia mandi dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian tersebut) ” {Shahih riwayatb Ibnu Majah dari jalan Abu Hurairah}
Hadits pertama menjelaskan haramnya seorang wanita keluar ke masjid untuk menghadiri shalat isya dengan memakai wewangian.Disebutnya shalat isya disini tidak berarti menghadiri shalat-shalat lainnya diperbolehkan.Tentu saja tidak!!karena pada hadits kedua dan ketiganya menunjukkan keumuman seluruh macam shalat baik shalat fardhu maupun sunnah (seperti shalat tarawih dan shalat hari raya). Disebut shalat isya pada hadits no. 1 karena fitnahnya lebih besar.Kita lihat penjelasan Ibnul Malik mengenai hal ini :”shalat isya itu dikerjakan pada waktu malam hari, dimana kondisi jalanan pada waktu itu sepi dan gelap, sedangkan bau harum itu dapat membangkitkan birahi laki-laki, sehingga kaum wanita tidak bisa aman dari fitnah pada saat-saat seperti itu.Berbeda dengan waktu lainnya seperti Shubuh dan Magrib yang agak terang. Sudah jelas bahwa memakai wewangian itu menghalangi seorang wanita untuk mendatangi masjid secara mutlak”(Jilbab Wanita Muslimah:143-144)’
Apakah benar hanya ke masjid saja yang dilarang??? kalau begitu keluar rumah asalkan kita nggak ke masjid sah-sah saja kita memakai minyak wangi.Pembahasan ini belum lah selesai. Penulis menemukan satu hadits lagi yang patut kita camkan baik-baik karena apabila kita meremehkan bahaya sekali akibatnya .Ingin tahu lebih detail lagi???
Hadits ini diriwayatkan dari jalan Abu Musa Al-Asyari Radhiyallahu anhu dia menceritakan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi wassalam telah bersabda:
“Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi, kemudian ia keluar lalu ia melewati suatu kaum (orang banyak) supaya mereka mendapati (mencium )baunya , maka dia itu adalah perempuan zina /tuna susila”(Hadits ini hasan shahih diriwayatkan Imam Ahmad(4/414),Abu Dawud(4173),Tirmidzi(2786),An-Nasa’i(8/153)).
Jadi bagi siapa saja wanita muslimah yang memakai parfum ketika keluar rumah akan terkena ancaman ini. Alasan pelarangannya sudah jelas yaitu bahwa hal itu dapat membangkitkan syahwat kaum laki-laki.Al-Alamah Al-Mubarakafuri Rahimahullah menjelaskan hadits diatas dengan mengatakan:
“Yang demikian itu disebut berzina karena wangi-wangian yang dikenakan wanita dapat membangkitkan syahwat laki-laki dan menarik perhatian mereka. Laki-laki yang melihatnya berarti telah berzina dengan mata dan dengan demikian wanita itu telah melakukan perbuatan dosa “(30 larangan Wanita 30-31).
begitu pula dengan Syaikh Albani beliaupun menyampaikan penjelasan hadits diatas (hadits 1,2,3 dan yang terakhir ) dengan berkata:
“Jika hal itu (memakai wewangian ) saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar, atau tempat keramaian lainnya??tidak diragukan lagi bahwa hal ini jauh lebih haram dan lebih besar dosanya.AlHaitsami dalam kitabnya Az-Zawajir (2/37) menyebutkan bahwa keluarnya seorang wanita dari rumahnya dengan memakai harum-haruman dan berhias adalah termasuk perbuatan dosa besar, meskipun suaminya mengijinkannya.(Jilbab Wanita muslimah 143).
Mungkin akan timbul pertanyaan dalam benak kita, kalau memakai parfum haram hukumnya (ketika keluar rumah) lalu bagaimana mengatasi bau badan kita???tentunya kita akan malu dan tidak percaya diri berdekatan dengan teman-teman di kampus, sekolah, rumah sakit dan sebagainya.Bagaimana ini???ukhti-ukhti jangan khawatir sekarang ini banyak produk yang dijual dipasaran untuk mengatasi masalah tersebut.Dari yang berbentuk bubuk sampai cairpun dijual bebas.Pilihlah yang tidak memakai wewangian (fragarance free),apalagi kalau ukhti rajin minum jamu maka tidaklah sulit untuk mengatasi masalah “bau badan ini” dengan rajin mandi, minum jamu dan memakai produk khusus untuk mengatasi “bau badan” maka insya Allah kita akan terhindar dari bau yang tidak menyenangkan itu.Sehingga kita tidak akan bergantung lagi dengan parfum , bila ukhti dirumah maka islam tidak melarang seorang wanita muslimah memakainya, kita bebas memakainya asalkan kita yakin parfum itu tidak akan tercium oleh laki-laki yang bukan mahram kita.jadi kita nggak mau kan terjerumus dalam kesalahan fatal (dosa) hanya gara-gara dari setetes parfum yang kita pakai ketika keluar rumah.
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita , sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.amin.

Dikirim pada 07 Juli 2009 di Renungkanlah!!!


“Bisa jadi kamu membenci sesu-atu, padahal itu sangat baik bagi kamu, dan bisa jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal itu sangat buruk bagi kamu.” (QS. Al-Baqoroh: 216)
Ada apa dengan kita hari ini? Sering menilai sesuatu yang baik sebagai sesuatu yang buruk dan sebalinya, menilai suatu keburukan sebagai kebaikan. Kita sering salah kaprah!
Kita mengira, bahwa kehidupan dunia adalah segalanya, seakan-akan kebahagiaan itu ada padanya. Bukankah kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau, serta tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu?
Kita mengira, sedekah adalah pengurang harta dan rizki yang dimiliki. Sadarkah kita? Bukankah sedekah itu adalah pelindung harta, pembuka pintu rezeki dan penolak bala?
Kita merasa, mendengarkan mu-sik adalah sesuatu yang mendatangkan kenikmatan dan menyenangkan. Bukankah musik itu adalah senandung syetan yang mengeraskan hati dan membuat pendengarnya lalai dari kesadaran?
Kita menyangka, mendapatkan pasangan cantik dan rupawan adalah sebuah kebanggaan yang akan mendatangkan kebahagiaan. Tidak sadarkah kita? kebahagiaan dan ketenangan adalah milik mereka yang mendapatkan pasangan soleh dan solehah yang beriman!
Kita mengira, orang gaul itu adalah mereka yang tahu banyak tentang trend fashion terkini, musik terkini, film terkini dan semuanya yang teranyar. Mereka yang bangga dengan gayanya yang nge-Rock, Pungk, Hip Hop, dan R&B. Sadarkah kita? Mereka adalah orang-orang berselera rendahan! Bukankah lebih baik mengagumi mereka yang tahu kebenaran, mengikutinya, dan teguh di dalamnya? Tidak perduli apa yang orang lain pikir dan katakan. Juga tak perduli apakah sesuai dengan trend teranyar atau malah ketinggalan zaman. Siapa yang lebih baik pakaiannya daripada orang-orang yang mengikuti cara berpakaian mereka yang dipuji oleh Dzat yang Maha Indah?
Kita menyangka, mereka yang mencari kesenangan dan kenikmatan dengan sesuatu yang diharamkan dan berzina ria, merasakan kesenangan dan menikmati kehidupan. Tidakkah kita tahu? Orang yang melakukan se-suatu yang haram akan mengalami kesusahan. Bukankah zina itu perbua-tan orang-orang yang menjijikan, ti-dak tahu arti kehormatan dan menu-kar sesuatu yang baik dengan keburukan yang mendatangkan kesengsaraan tak berkesudahan?
Kita mengira, kebahagiaan adalah milik mereka yang memiliki jabatan tinggi dan harta yang melimpah. Kitapun terkadang berangan-angan untuk mendapatkannya. Tidak yakinkah kita? kebahagiaan dan ketena-ngan adalah milik orang beriman, yang mengikuti petunjuk Alloh, menyerahkan diri pada-Nya dan berbuat baik sesamanya! Disanalah letak kebahagiaan!
Kita merasa, akhlak baik itu sudah tidak zaman, norak dan kampungan. Percayalah! Tidaklah akhlak baik itu melekat pada budi pekerti seseorang, kecuali baginya kemuliaan.
Kita sering merasa, shalat adalah kewajiban dari Alloh yang menjadi beban. Bukankah sholat itu salah satu bentuk kasih sayang Alloh untuk melindungi kita agar jauh dari berbuat kesalahan dan kebodohan? Bahkan terkadang, kita juga merasa bahwa agama itu adalah sesuatu yang kolot, kuno dan ketinggalan zaman.
Bangunlah wahai sahabatku! Hilangkan pikiran itu! Yakinlah, agama adalah cara yang tidak pernah ketinggalan zamannya, terjitu dan cara termudah untuk menempuh kehidupan dengan penuh kebahagiaan dan kepuasan sepanjang masa.
Kita semua tahu, bahwa seorang ibu lebih tahu apa yang terbaik buat anaknya, seorang guru lebih mengerti dari pada murid yang diajarinya dan seorang yang melihat menjadi penun-tun bagi yang buta. Bagaimana mungkin kita mengabaikan petunjuk dari Sang Pencipta semua ibu, pemberi ilmu para guru dan pemberi penglihatan kepada semua yang dapat melihat?
Apakah manusia yang hidup tidak lebih dari umur bumi dan tinggal di suatu tempat di dalamnya lebih mengetahui dari pada Alloh Yang hidup kekal, Yang menciptakan bumi dan menguasainya?
Jadi sahabatku, janganlah sok tahu tentang kehidupan. Jangan coba-coba mencari jalan yang belum pasti, hidup cuma sekali. Hiduplah dengan tuntunan Islam, yang segala macam kebaikan terhimpun di dalamnya. Bukalah Al-Qur’an dan Sunnah Rasululloh ; baca, pelajari, renungkan, amalkan dan rasakanlah sensasinya.
WaAlloh A’lam.


Dikirim pada 04 Juli 2009 di Renungkanlah!!!

Saudariku muslimah, salah seorang darimu pernah berkisah, simaklah mudah-mudahan engkau bisa mengambil faedah.

Mulanya hanyalah perkenalan dan percakapan biasa lewat telepon. Seiring waktu berkembanglah pembicaraan sampai pada kisah cinta dan seluk-beluknya. Dia pun kemudian mengungkapkan cintanya dan berjanji akan meminang saya. Dia meminta agar bisa melihat wajah saya, terang saya menolaknya. Dia mengancam akan memutuskan hubungan. Akupun menyerah. Kukirimkan fotoku serta surat-surat yang begitu manis penuh rayu. Surat menyurat pun berlangsung selalu. Sampai akhirnya dia meminta untuk berjumpa dan jalan berdua dengannya. Aku menolak dengan keras. Tapi dia mengancam akan menyebarluaskan foto-foto saya serta surat-surat saya dan suara saya yang direkamnya ketika kami bercakap-cakap lewat telepon. Akhirnya akupun keluar pergi bersamanya dengan tekad agar bisa pulang segera secepatnya. Ya, akupun pulang akan tetapi dengan mambawa aib dan kehinaan. Ku katakan padanya: Nikahilah aku! Sungguh ini adalah aib bagiku. Maka dia menjawab dengan segenap penghinaan, ejekan dan mentertawakan: Sesungguhnya aku tidak akan menikahi wanita pezina.

Saudariku yang mulia, jika engkau memang memiliki akal untuk berfikir maka dengarkanlah nasehat berikut ini:

Janganlah engkau percaya bahwa pernikahan akan mungkin terlaksana hanya karena perkenalan dan percakapan iseng lewat telepon. Kalaupun memang ini terjadi maka akan mengalami kegagalan, kegalauan dan penyesalan.

Janganlah engkau percayai seorang pemuda ketika dia mulai menampakkan kejujuran dan keikhlasannya dan menyatakan sangat menghargai dan menjunjung tinggi kehormatanmu tapi dia mengkhianati keluargamu dengan meneleponmu dan mengajakmu jalan bersama. Jangan kamu percayai dia ketika dia mulai menyatakan cinta dan berlemah lembut dalam pembicaraannya. Sungguh dia melakukan semua itu dengan tujuan-tujuan busuknya yang tampak jelas bagi orang yang berakal. Akankah dia benar-benar menjunjung tinggi kehormatanmu sementara dia mengajakmu berjumpa dan jalan bersama padahal engkau belum halal baginya?

Janganlah engkau percayai para penyeru emansipasi yang mengharuskan adanya cinta (pacaran) sebelum pernikahan.

Ketahuilah bahwa cinta yang hakiki adalah setelah menikah. Adapun selain itu, umumnya adalah cinta yang penuh kepalsuan. Cinta yang dibangun di atas dusta dan kebohongan, semata-mata untuk bersenang-senang memuaskan hawa nafsu yang tak lama kemudian akan tampaklah kenyataan yang sesungguhnya. Berapa banyak keluarga yang hancur berantakan padahal mereka telah berpacaran sebelum akad pernikahan dan berjanji akan setia berkasih sayang sepanjang jaman? Bahkan berapa banyak pula pasangan yang berantakan sebelum sampai pada pelaminan dibarengi hilangnya kehormatan yang dibanggakan?

Al-Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya bahwa Nabi SAW bersabda: Pada suatu malam aku bermimpi didatangi dua orang. Keduanya berkata kepadaku, Pergilah! -kemudian beliau menyebutkan haditsnya sampai pada sabdanya SAW -: Kemudian kami mendatangi bangunan seperti tanur yang di dalamnya terdengar suara gaduh memekik. Kamipun melongoknya. Ternyata di dalamnya terdapat pria dan wanita telanjang yang disambar oleh lidah api dari bawah mereka. Ketika lidah api itu mengenai mereka, merekapun memekik kepanasan dan kesakitan. Ketika Nabi SAW menanyakan hal tersebut kepada malaikat, mereka menjawab: Adapun pria dan wanita yang ada di tanur tersebut mereka adalah laki-laki dan wanita pezina.
Maka apakah engkau ingin menjadi bagian dari mereka wahai saudariku muslimah?

Jauhilah bercakap-cakap tanpa keperluan di telepon karena sesungguhnya Allah merekamnya demikian juga syaithan dari jenis manusia pun merekamnya. Mereka para petualang cinta akan menggunakannya sebagai alat untuk mengintimidasi kalian agar kalian mau mendengar mereka dan mentaati mereka. Qiyaskan juga ke dalamnya chating yang tiada guna dan hanya membuang waktu semata.

Hati-hatilah, janganlah engkau foto dirimu kecuali karena suatu hajat dan janganlah terlalu mudah engkau sebarluaskan fotomu dengan segala bentuknya karena hal tersebut merupakan senjata yang paling berbahaya yang digunakan oleh serigala manusia sebagai alat untuk mengancam dan mengintimidasi kalian.

Jauhilah olehmu untuk menulis surat-surat cinta karena hal itu juga merupakan sarana yang digunakan oleh mereka.

Hindarilah majalah-majalah dan kisah-kisah cinta yang rendah, hina penuh aib dan cela. Sungguh di dalamnya terdapat racun yang membinasakan yang tersembunyi di balik indahnya halaman yang warna-warni serta kertas yang halus mengkilap dan wangi.

Jauhilah menonton sinetron-sinetron dan film-film yang hina, yang hanya menonjolkan kemewahan serta gemerlapnya dunia, menyajikan kisah cinta dengan akting yang justru merendahkan martabat wanita. Jauhilah semua itu karena hanya akan merusak akhlak, kehormatan, serta rasa malumu.

Hati-hatilah, janganlah engkau pamerkan auratmu dan janganlah engkau terlalu sering ke luar rumah dan ke pasar-pasar tanpa ada keperluan mendesak yang menuntut untuk itu. Sungguh hal itu hanya akan menjerumuskanmu ke dalam murka Rabbmu.

Janganlah engkau pergi berduaan dengan sopir pribadimu, sungguh ini merupakan khalwat yang terlarang. Janganlah sekali-kali engkau membela diri dengan beralasan bahwa ini darurat. Bertakwalah, karena barang siapa yang bertakwa kepada Allah, akan dijadikan baginya jalan keluar dari segala permasalahannya.

Hati-hatilah engkau wahai saudariku dari teman yang jelek. Cari dan bergaullah dengan temanmu yang shalihah yang akan membimbingmu kepada keridlaan Rabbmu dan senantiasa mengingatkamu agar tidak terjatuh pada perkara yang akan mendatangkan murka Rabbmu.

Saudariku yang mulia,
Hati-hatilah dari segala kemaksiatan dan dosa karena hal tersebut merupakan sebab hilangnya nikmat, mendatangkan musibah, dan merupakan sebab datangnya kesengsaraan serta adzab yang membinasakan.

Persiapkanlah dirimu untuk menghadapi malaikat maut dengan banyak bertaubat dan beramal shalih, sungguh engkau tidak tahu kapan giliranmu akan tiba.

Saudariku,
Setelah engkau baca nasihat di atas maka ketahuilah bahwa pintu taubat senantiasa terbuka bagi siapa saja yang benar-benar ingin bertaubat. Allah berfirman: Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas akan dirinya (berbuat dosa), janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesunggunya Allah mengampuni dosa seluruhnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Az-Zumar : 53)

Maka apabila engkau wahai saudariku telah tenggelam dalam suatu kemaksiatan dan dosa, segeralah bertaubat dengan taubatan nashuha sebelum pintu taubat tertutup dan sebelum tubuhmu ditimbun di dalam tanah. Dan pada saat itu tidaklah lagi berguna penyesalan.

Semoga Allah membangunkan kita dari kelalaian yang ada dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, menerima taubat kita, melindungi kita dari adzab qubur dan adzab neraka, serta memasukkan kita ke dalam surga Firdaus Al-A’la.

Shalawat serta salam senantisa tercurah kepada Nabi kita.

(Diterjemahkan dari www.alsalafiyat.com dengan perubahan dan tambahan)

Dikirim pada 04 Juli 2009 di Renungkanlah!!!
Awal « 18 19 20 21 » Akhir
Profile

“ Haji/Hajjah abdillahassunni ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 1.095.107 kali


connect with ABATASA