0



JAKARTA (Arrahmah.com) – Banyak ilmu miskin komitmen! Itulah sindrom “Bani Israel” yang bisa jadi menjangkiti banyak para da’i (penyeru) di negeri ini, termasuk Hidayat Nur Wahid (HNW), Mantan Ketua MPR-RI yang juga politikus PKS. Bayangkan, pakar Syi’ah lulusan Universitas Islam Madinah itu ragu akan kesesatan Syi’ah dan tidak berani secara tegas mengatakan bahwa Syi’ah itu sesat. Astaghfirullah!
Mengapa ragu katakan Syi’ah sesat?
Fakta sesatnya Syi’ah sebenarnya sudah lama dideklarasikan di negeri ini. Pada tahun 1997, tepatnya pada tanggal 1 September 1997, dilakukan pertemuan tokoh-tokoh Islam di Istiqlal. Dari pertemuan tersebut, dihasilkan “Deklarasi Istiqlal”. Inti deklarasi itu menyatakan bahwa aliran LIBERAL & SYI’AH dinyatakan sesat.
Dalam seminar tersebut, sebagaimana dikutip dari eramuslim.com, HNW menjadi salah satu pemakalah, dan HNW yang baru pulang dari Saudi tersebut begitu tegas terhadap paham sesat Syi’ah. Namun, belakangan, di tahun 2006, HNW mengatakan bahwa ia bukan berasal dari mazhab yang suka mengkafirkan sesama muslim, dan sama sekali tidak terkait dengan peristiwa vonis sesat secara in absentia terhadap aliran Syi’ah di Masjid Istiqlal tahun 1997. Menurut HNW, ia tidak menandatangani rekomendasi Istiqlal itu. Jadi, HNW itu menganggap Syi’ah sama dengan Islam, tidak sesat? Astaghfirullah!
HNW alami sindrom “Bani Israel”
HNW alami sindrom “Bani Israel”, yakni banyak ilmu miskin komitmen. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Ustadz AM Waskito (penulis “Bersikap Adil Kepada Wahabi”) via sms kepada Arrahmah.com melihat fakta HNW yang mengakui tidak ikut menanda tangani “Deklarasi Istiqlal” dan ragu menyatakan kesesatan Syi’ah.
Padahal, HNW adalah seorang pakar Syi’ah lulusan Program Doktor Pasca Sarjana Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, Fakultas Dakwah & Ushuluddin, Jurusan Aqidah, pada tahun 1992. Namun sindrom “Bani Israel” rupanya lebih kuat mengcengkram HNW, yakni banyak ilmu miskin komitmen, sehingga dirinya ragu, takut untuk mengatakan kebenaran (al haq) bahwa Syi’ah itu sesat!
Apakah ini bagian dari tanda-tanda akhir zaman, yakni banyak para da’i (penyeru) namun mereka bukan menyeru atau mengajak kepada kebaikan yang akan menghantarkan manusia kepada surga, namun mereka malah menyeru manusia ke pintu-pintu neraka jahannam. Na’udzu billahi min dzalik!
Semoga kita dilindungi Allah SWT., dari ulama yang demikian, Insya Allah!
(M Fachry/arrahmah.com)



Read more: http://arrahmah.com/read/2012/01/11/17358-ragu-katakan-syiah-sesat-hnw-alami-sindrom-bani-israel.html#ixzz1j9gMilZQ

Dikirim pada 11 Januari 2012 di Ketahuilah!!!


SEJUMLAH tujuh belas doktrin Syi’ah yang selalu mereka sembunyikan dari kaum muslimin sebagai bagian dari pengamalan doktrin taqiyah (menyembunyikan Syi’ahnya). Ketujuh belas doktrin ini terdapat dalam kitab suci Syi’ah:
Dunia dengan seluruh isinya adalah milik para imam Syi’ah. Mereka akan memberikan dunia ini kepada siapa yang dikehendaki dan mencabutnya dari siapa yang dikehendaki (Ushulul Kaafi, hal.259, Al-Kulaini, cet. India).
Jelas Doktrin semacam ini bertentangan dengan firman Allah SWT QS: Al-A’raf 7: 128, “Sesungguhnya bumi adalah milik Allah, Dia dikaruniakan kepada siapa yang Dia kehendaki”. Kepercayaan Syi’ah diatas menunjukkan penyetaraan kekuasaan para imam Syi’ah dengan Allah dan doktrin ini merupakan aqidah syirik.
Ali bin Abi Thalib yang diklaim sebagai imam Syi’ah yang pertama dinyatakan sebagai dzat yang pertama dan terakhir, yang dhahir dan yang bathin sebagaimana termaktub dalam surat Al-Hadid, 57: 3 (Rijalul Kashi hal. 138).
Doktrin semacam ini jelas merupakan kekafiran Syi’ah yang berdusta atas nama Khalifah Ali bin Abi Thalib. Dengan doktrin semacam ini Syi’ah menempatkan Ali sebagai Tuhan. Dan hal ini sudah pasti merupakan tipu daya Syi’ah terhadap kaum muslimin dan kesucian aqidahnya.
Para imam Syi’ah merupakan wajah Allah, mata Allah dan tangan-tangan Allah yang membawa rahmat bagi para hamba Allah (Ushulul Kaafi, hal. 83).
Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib oleh Syi’ah dikatakan menjadi wakil Allah dalam menentukan surga dan neraka, memperoleh sesuatu yang tidak diperoleh oleh manusia sebelumnya, mengetahui yang baik dan yang buruk, mengetahui segala sesuatu secara rinci yang pernah terjadi dahulu maupun yang ghaib (Ushulul Kaafi, hal. 84).
Keinginan para imam Syi’ah adalah keinginan Allah juga (Ushulul Kaafi, hal. 278).
Para imam Syi’ah mengetahui kapan datang ajalnya dan mereka sendiri yang menentukan saat kematiannya karena bila imam tidak mengetahui hal-hal semacam itu maka ia tidak berhak menjadi imam (Ushulul Kaafi, hal. 158).
Para imam Syi’ah mengetahui apapun yang tersembunyi dan dapat mengetahui dan menjawab apa saja bila kita bertanya kepada mereka karena mereka mengetahui hal ghaib sebagaimana yang Allah ketahui (Ushulul Kaafi, hal. 193).
Allah itu bersifat bada’ yaitu baru mengetahui sesuatu bila sudah terjadi. Akan tetapi para imam Syi’ah telah mengetahui lebih dahulu hal yang belum terjadi (Ushulul Kaafi, hal. 40).
Menurut Al-Kulaini (ulama besar ahli hadits Syi’ah), Bahwa Allah tidak mengetahui bahwa Husein bin Ali akan mati terbunuh. Menurut mereka Tuhan pada mulanya tidak tahu karena itu Tuhan membuat ketetapan baru sesuai dengan kondisi yang ada. Akan tetapi imam Syi’ah telah mengetahui apa yang akan terjadi. Oleh sebab itu menurut doktrin Syi’ah Allah bersifat bada’ (Ushulul Kaafi, hal. 232).
Para imam Syi’ah merupakan gudang ilmu Allah dan juga penerjemah ilmu Allah. Para imam Syi’ah bersifat Ma’sum (Bersih dari kesalahan dan tidak pernah lupa apalagi berbuat Dosa). Allah menyuruh manusia untuk mentaati imam Syi’ah, tidak boleh mengingkarinya dan mereka menjadi hujjah (Argumentasi Kebenaran) Allah atas langit dan bumi (Ushulul Kaafi, hal. 165).
Para imam Syi’ah sama dengan Rasulullah Saw (Ibid).
Yang dimaksud para imam Syi’ah adalah Ali bin Abi Thalib, Husein bin Ali, Ali bin Husein, Hassan bin Ali dan Muhammad bin Ali (Ushulul Kaafi, hal. 109)
Al-Qur’an yang ada sekarang telah berubah, dikurangi dan ditambah (Ushulul Kaafi, hal. 670). Salah satu contoh ayat Al-Qur’an yang dikurangi dari aslinya yaitu ayat Al-Qur’an An-Nisa’: 47, menurut versi Syi’ah berbunyi: “Ya ayyuhalladziina uutul kitaaba aaminuu bimaa nazzalnaa fie ‘Aliyyin nuuran mubiinan”. (Fashlul Khitab, hal. 180).
Menurut Syi’ah, Al-Qur’an yang dibawa Jibril kepada Nabi Muhammad ada 17 ribu ayat, namun yang tersisa sekarang hanya 6660 ayat (Ushulul Kaafi, hal. 671).
Menyatakan bahwa Abu Bakar, Umar, Utsman bin Affan, Muawiyah, Aisyah, Hafshah, Hindun, dan Ummul Hakam adalah makhluk yang paling jelek di muka bumi, mereka ini adalah musuh-musuh Allah. Siapa yang tidak memusuhi mereka, maka tidaklah sempurna imannya kepada Allah, Rasul-Nya dan imam-imam Syi’ah (Haqqul Yaqin, hal. 519 oleh Muhammad Baqir Al-Majlisi).
Menghalalkan nikah Mut’ah, bahkan menurut doktrin Syi’ah orang yang melakukan kawin mut’ah 4 kali derajatnya lebih tinggi dari Nabi Muhammad Saw. (Tafsir Minhajush Shadiqin, hal. 356, oleh Mullah Fathullah Kassani).
Menghalalkan saling tukar-menukar budak perempuan untuk disetubuhi kepada sesama temannya. Kata mereka, imam Ja’far berkata kepada temannya: “Wahai Muhammad, kumpulilah budakku ini sesuka hatimu. Jika engkau sudah tidak suka kembalikan lagi kepadaku.” (Al-Istibshar III, hal. 136, oleh Abu Ja’far Muhammad Hasan At-Thusi).
Rasulullah dan para sahabat akan dibangkitkan sebelum hari kiamat. Imam Mahdi sebelum hari kiamat akan datang dan dia membongkar kuburan Abu Bakar dan Umar yang ada didekat kuburan Rasulullah. Setelah dihidupkan maka kedua orang ini akan disalib (Haqqul Yaqin, hal. 360, oleh Mullah Muhammad Baqir al-Majlisi).
Ketujuhbelas doktrin Syi’ah di atas, apakah bisa dianggap sebagai aqidah Islam sebagaimana dibawa oleh Rasulullah Saw. dan dipegang teguh oleh para Sahabat serta kaum Muslimin yang hidup sejak zaman Tabi’in hingga sekarang? Adakah orang masih percaya bahwa Syi’ah itu bagian dari umat Islam? Menurut Imam Malik dan Imam Ahmad, barangsiapa yang tidak MENGKAFIRKAN aqidah Syi’ah ini, maka dia termasuk Kafir.
Semua kitab tersebut diatas adalah kitab-kitab induk atau rujukan pokok kaum Syi’ah yang posisinya seperti halnya kitab-kitab hadits Imam Bukhari, Muslim, Ahmad bin Hambal, Nasa’i, Tirmidzi, Abu Daud, dan Ibnu Majah bagi kaum Muslimin. Oleh karena itu, upaya-upaya Syi’ah untuk menanamkan kesan bahwa Syi’ah adalah bagian dari kaum Muslimin, hanya berbeda dalam beberapa hal yang tidak prinsip, adalah dusta dan harus ditolak tegas !!!.
Sumber: Risalah Mujahidin, edisi 9, th 1 Jumadil Ula 1428 / Juni 2007

Read more: http://arrahmah.com/read/2011/12/31/17123-17-alasan-ulama-islam-mengkafirkan-kaum-syiah.html#ixzz1iDPDVifQ

Dikirim pada 01 Januari 2012 di Ketahuilah!!!


JAKARTA (Arrahmah.com) – Organisasi yang memayungi sekte sesat di Indonesia Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI), melakukan taqiyah dengan membantah bahwa jamaahnya diperbolehkan untuk tidak salat Jumat dan nikah mut’ah (kawin kontrak).
“Kami di IJABI nikah mut’ah diharamkan,” tega Ketua dewan Syura IJABI Jalaludin Rakhmat yang merupakan gembong syiah di Indonesia saat jumpa pers di Kantor Pusat IJABI di Jakarta Selatan, Sabtu (31/12).
Lebih dari, itu Jalal menegaskan, banyak pengurus IJABI yang menjadi khatib salat Jumat di masjid-masjid besar. Sehingga fakta tersebut dengan jelas membatalkan anggapan bahwa Syiah dibolehkan tidak melaksanakan salat Jumat.
Soal nikah mut’ah, Jalal menilai pada hakikatnya semua orang melakukan nikah mut’ah namun dalam konteks yang berbeda. “Kita semuanya nikah mut’ah, segera setelah akad nikah, taqliq talak itu nikah mut’ah,” jelasnya.
Karena itu, Jalal meminta masyarakat yang belum memahami soal Syiah untuk berdialog dan tidak menggunakan cara kekerasan untuk memaksakan pendapat.
Di negeri Iran hingga kini tidak pernah dilaksanakan shalat Jum’at dimasjid-masjid kaum syi’ah. Karena mereka beranggapan sholat jum’at harus dilakukan bersama Imam Mahdi mereka yang belum muncul, sholat jum’at pernah dilaksanakan ketika Khomeini dianggap sebagai wilayatul faqih yang mewakilkan urusan umat syi’ah dimasa keghaiban Imam Mahdi versi Syi’ah.
Entah, apa yang membuat Jalal tidak menjalankan ajarannya tersebut. Bisa jadi ini adalah taqiyah (kebohongan dalam ajaran Syi’ah) yang merupakan aqidah syi’ah yang dilakukan Jalal untuk menyelamatkan diri. Dalam sebuah riwayat versi syiah mengatas namakan Ahlul bait Ja’far As-Shadiq mengatakan:
“Taqiyah adalah 9 dari 10 bagian agama.” Ja’far juga mengatakan: “Tidak ada agama bagi yang tidak bertaqiyyah.” Begitu juga riwayat dari Abu Ja’far, yang mengatakan: “Taqiyyah adalah agamaku dan agama kakek-kakekku.” (Riwayat-riwayat ini tercantum dalam kitab Al-Kafi, bab. Taqiyyah, jilid. 2, hal. 217).
Ibnu Babawaih Al-Qummi, salah seorang ulama besar Syi’ah, mengatakan: “kami meyakini bahwa taqiyah adalah wajib, siapa yang meninggalkannya sama seperti meninggalkan shalat.” (Al-I’tiqadat, hal. 114).
Ini nampaknya yang sedang dimainkan Jalaludin rahmat untuk membela sektenya, Ia bertaqiyyah(berbohong) bahwa mereka tidak pula melaksanakan nikah mut’ah. Padahal dalam pernyataannya secara implisit, Ia meminta masyarakat memahami bahwa mut’ah itu dilakukan bukan hanya oleh syi’ah. Perhatikan ucapannya ini Soal nikah mut’ah, “Kita semuanya nikah mut’ah, segera setelah akad nikah, taqliq talak itu nikah mut’ah,” jelasnya.
Itulah kedustaan yang sering dilakukan sekte sesat syi’ah, mereka menolak dikatakan mewajibkan mut’ah, tetapi tak begitu lama lisannya sendiri yang menegaskan pembolehan nikah tersebut.
Nikah Mut’ah tidak mungkin ditinggalkan pengikut syi’ah, karena menurut Syi’ah nikah mut’ah salah satu bentuk taqarrub kepada Allah yang mampu mengangkat derajat mereka.
Syi’ah meyakini mut’ah sebagai salah satu dasar pokok (ushul) agama, dan orang yang mengingkarinya dianggap sebagai orang yang ingkar terhadap agama.(Sumber: Kitab Man Laa Yahdhuruhu Al-Faqih, 3/366 dan Tafsir Minhaj Ash-Shadiqin, 2/495).
Syi’ah juga menganggap mut’ah sebagai salah satu keutamaan agama dan dapat meredam murka Tuhan.(Sumber: Tafsir Minhaj Ash-Shadiqin, karya Al-Kasyani, 2/493).
Menurut Syi’ah seorang wanita yang dimut’ah akan diampuni dosanya.(Sumber: Kitab Man Laa Yahdhuruhu Al-Faqih, 3/366).
Syi’ah menganggap mut’ah sebagai salah satu sebab terbesar dan utama seseorang masuk ke dalam surga, bahkan dapat mengangkat derajat mereka hingga mereka mampu menyamai kedudukan para nabi di surga.(Sumber: Kitab Man Laa Yahdhuruhu Al-Faqih, 3/366).
Wallahu ‘alam bishshowab.
(Bilal/arrahmah)

Read more: http://arrahmah.com/read/2011/12/31/17124-ijabi-berdusta-katakan-syiah-haramkan-nikah-mutah.html#ixzz1iCvAiH4S

Dikirim pada 01 Januari 2012 di Ketahuilah!!!


JAKARTA (Arrahmah.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim) meminta masyarakat mewaspadai aliran Syiah agar tak berkembang di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.
Menurut Ketua MUI Jawa Timur KH Abdussomad Bukhori, kelompok Syiah boleh diakui eksistensinya tapi jangan diberikan fasilitas untuk berkembang.
“Aliran Syiah jangan berkembang dan merembet ke tempat lain. Indonesia itu isinya orang Sunni walaupun NU, Muhammadiyah, Al-Irsyad semuanya sunni. Syiah itu kelompok kecil harus mengerti-lah,” kata Abdussomad di Kompleks Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (30/12) seperti dilansir Okezone.
Kendati demikian, dia mengaku tidak sepakat dengan aksi kekerasan yang terjadi di Pesantren Syiah, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben Kabupaten Sampang, kemarin. Abdussomad juga berharap tidak ada pihak-pihak yang memancing di air keruh terkait insiden tersebut.
“Mengembangkan Syiah di Madura tentunya sangat berat. Kita kekerasan tidak setuju tapi jangan ada yang mancing-mancing agar terjadi kekerasan itu,” katanya.
MUI sendiri, tegasnya, sudah melakukan beberapa langkah-langkah terkait kasus di Sampang itu. Meski belum sampai pada tahap fatwa haram terkait keberadaan Syiah di Indonesia.
Sebab, jika kekuatan Syiah berkembang setara dengan kekuatan Sunni di Indonesia, dia khawatir sering terlibat kerusuhan mengingat kedua aliran ini memiliki kekuatan yang sepadan, mirip dengan kondisi di Irak dan Iran.
“Saya kira Jawa Timur ini adalah kondisi yang sangat pas. Akhirnya kondisinya menjadi kondusif,” katanya.

Tambah KH Abdussomad Bukhori , jika sebuah negara terdapat dua aliran ini dengan kekuatan yang sama,maka negara tersebut tidak akan tentram.
“Sunni dan Syiah memang tidak bisa ketemu. Rukun Imannya saja berbeda,” jelas Abdussomad.
Dia menjelaskan, ada beberapa perbedaan yang menonjol di Syiah dengan umat Islam pada umumnya. Azan saja berbeda di Syiah, lantunan Azan diubah ada tambahan dua bait.
“Di Syiah salat saja berbeda, yakni salat Zuhur dan Asar digabung jadi satu. Kemudian salat Maghrib dan Isya. Perbedaan itulah yang tidak bisa ketemu dengan umat Islam pada umumnya,” jelasnya.
Dia menambahkan nikah mut’ah (nikah kontrak) diperbolehkan di Syiah.
Abdussomad menjelaskan Syiah terbagi menjadi beberapa sekte. Ada sekte beraliran ekstrem dan moderat. “Sekte yang lunak ini ajarannya tetap bertentangan dengan umumnya umat Islam,” tukasnya.
Apa yang membuat kekhawatiran ulama terhadap syiah jika hidup berdampingan dengan sunni? Hal tersebut dikarenakan syi’ah mempunyai pandangan yang burk terhadap ahlu sunnah atau sunni. Pandangan buruk tersebut terkait keyakinan mereka bahwasanya kaum muslimin atau ahlus sunnah wal jama’ah adalah kafir dan harus diperangi. Keyakinan tersebut dapat kita lihat pada kitab-kitab pegangan kaum syiah.
Al-Majlisi, ulama Syi’ah kenamaan, yang menyusun kitab Biharul Anwar –ensiklopedi hadits Syi’ah yang terdiri dari 110 jilid–. Pada jilid ke 30, hal. 399, dia menyatakan:
“Saya katakan: Dalil yang menunjukkan bahwa Abu Bakar, Umar dan orang yang sejalan dengan mereka adalah kafir, juga menunjukkan pahala melaknat dan memusuhi mereka, yang menunjukkan bid’ah mereka, terlalu banyak untuk disebutkan dalam satu jilid atau berjilid-jilid buku, apa yang telah kami nukilkan di atas sudah cukup bagi orang yang diberi petunjuk Allah ke jalan yang lurus.”
Wallahu’alam bishshowab.
(Bilal/arrahmah)


Read more: http://arrahmah.com/read/2011/12/31/17121-mui-jatim-waspadai-perkembangan-syiah.html#ixzz1iCuVPvYR

Dikirim pada 01 Januari 2012 di Ketahuilah!!!
Awal « 1 2 3 4 » Akhir
Profile

“ Haji/Hajjah abdillahassunni ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 690.113 kali


connect with ABATASA